BISNIS NEWS | DENPASAR — Petani diminta untuk mengolah pisang yang dihasilkan menjadi arak, sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian yang dihasilkan. Apalagi bahan baku pisang sangat mudah ditemui karena proses pertumbuhannya tidak perlu perlakuan khusus dan harganya juga relative murah. 

Buah pisang merupakan salah satu bahan yang dijadikan bahan utama dalam mengolah berbagai makanan, meski sebelum diolah pisang sudah dapat dikonsumsi dan rasanya enak serta bervitamin.

“Salah satu produk turunan pisang yang tinggi nilainya ialah “Arak Bali”. “Arak Bali” merupakan minuman beralkohol yang terbuat dari hasil fermentasi buah. Namun, pisang mengandung berbagai polisakarida pektin, pati, dan xilan yang dapat menyebabkan warnanya keruh dan kental,” kata akademisi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Ir. I Wayan Sudiarta, MP  pada Selasa (11/7). 

Menurut Sudiarta, umumnya masyarakat Bali mengetahui metode fermentasi dalam pembuatan arak menggunakan mikroorganisme. Arak Bali diproduksi dengan menfermentasi nira lalu didistilasi, dan memiliki kandungan alcohol 15-45% . 

Saat proses pembuatannya, masyarakat Bali biasanya hanya menambahkan lau (serabut kelapa dan kulit pohon bayur) pada nira sebagai starter alami. Berdasarkan fakta tersebut, diperkirakan pada lau terdapat mikroorganisme yang mampu mengkonversi zat gula menjadi etanol

Pembuatan arak dengan bahan dasar pisang ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 yang mengatur tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Melalui peraturan gubernur tersebut menjadikan “Arak Bali” yang dahulu peredarannya di laksanakan secara ilegal, sekarang menjadi legal dan mendapatkan perlindungan hukum, dengan tetap mengikuti cara dan tata kelola yang telah di atur dalam kebijakan tersebut.

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Buah pisang memiliki kandungan gizi yang beragam serta dibutuhkan oleh tubuh. Pisang secara alami bebas lemak, kolesterol dan natrium.

Sudiarta mengakui upaya pemanfaatan pisang sebagai bahan baku arak telah diujicoba dan disosialisasikan kepada masyarakat. Salah satunya sosialisasi dan pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani Kusuma Dewi melalui program pengabdian masyarakat (PKM) Nasional yang merupakan kolaborasi dari Universitas Warmadewa dan Universitas Sam Ratulangi  yang diselenggarakan di Desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan, Jembrana pada Senin, 10 Juli 2023. 

Ketua Kelompok Wanita Tani Kusuma Dewi, Ni Ketut Sadri menyampaikan inovasi pembuatan arak berbahan pisang memberikan solusi dalam upaya pemanfaatan  pisang menjadi produk bernilai ekonomis tinggi dan higienis. 

Kenyataan ini tentunya membuka peluang yang sangat besar bagi para pengrajin arak untuk memproduksi, menyebarluaskan serta mempromosikan keberadaan arak sebagai minuman tradisional khas Bali. 

Selain itu Arak Bali berpotensi untuk digunakan sebagai komoditas yang dipasarkan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.