Operasi Beras Di PIBC, Erick Thohir: Wasit Saja Tertangkap, Apalagi Penimbun Beras


BISNIS NEWS | JAKARTA Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyampaikan harga beras premium di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC), Jakarta Timur mengalami penurunan harga.

Hal ini tak lepas dari terus bertambahnya realisasi pasokan beras Premium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelontorkan oleh Perum Bulog sejak 12 September 2023 lalu.

“Harga beras (premium) sudah turun 11 persen," kata Erick Thohir saat sidak operasi pasar beras premium SPHP di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, pada Rabu, (4/10).

Semula, kata Erick, harga beras kualitas premium di PIBC dijual Rp12.600 per kg saat stok mencapai 25 ribu ton. Kemudian, saat pasokan beras SPHP yang disalurkan Bulog meningkat menjadi 31 ribu ton, harga beras turun menurun 11 persen dari Rp 11.185 per kg.

"Hari ini tadi disampaikan bahwa di PIBC sudah sampai 31 ribu ton, targetnya 35 ribu ton, masih kurang 4 ribu," ucapnya.

Dan juga Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas penimbun beras guna menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia.

“Wasit saja tertangkap, apalagi penimbun beras,” ujar Erick Thohir.

Erick optimis tren penurunan beras ini akan berlanjut ke tingkat pengecer bawah dalam waktu dekat. Sehingga, konsumen tidak lagi dibebani dengan kenaikan harga beras yang begitu tinggi.

"Kita harus dorong terus supaya dibanjiri. Kita harus memastikan Inflasi terus dibawah 2 dan kehidupan masyarakat bisa lebih stabil," ujar Erick.

Erick menegaskan, saat ini, stok beras dalam negeri masih dalam posisi aman. Dia mencatat, ketersediaan beras di gudang Perum Bulog mencapai 1,7 juta ton untuk bulan Oktober. Jumlah cadangan beras ini akan meningkat 2 juta ton pada November mendatang.

Diketahui, stok beras yang dikuasai oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) per 4 Oktober mencapai 1,7 juta ton, dan ditargetkan menjadi 2 ton pada November 2023. Sedangkan, untuk stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang sudah mencapai 31.410 ton.

Stok tersebut kurang 4.000 ton dari target yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), yakni 35 ribu ton.

Berdasarkan data dari Food Station, harga rata-rata beras medium di PIBC pada 2 Oktober 2023 sebesar Rp11.185, lebih rendah Rp1.415 dari harga beras pada 14 September 2023 yang mencapai Rp12.600 per kilo. (rl/by)